• Ciri-ciri Kontraksi Melahirkan

    dear mom,

    Baru sudah sempat posting mengenai rasa-rasanya melahirkan, sesudah setahun merasakannya, tetapi masih tetap merasa moment-nya. Awal mulanya selamat ya say untuk kamu yang saat ini tengah menunggu kelahiran. Umumnya jika telah masuk bulan ke delapan serta ke-9, calon ibu telah mulai berharap harap kuatir, pada suka akan selekasnya berjumpa buah hati serta menanyakan bertanya bagaimana rasa-rasanya melahirkan. Dahulu, pada saat hamil kenzie, bulan pertama sampai ke-7 saya masih tetap gagah sekali, masih tetap sudah sempat manjat genteng (serius ini). Tetapi sesudah masuk bulan ke-8, Kenzie makin besar, pertumbuhannya di rahim cepet sekali hingga membuat pergerakan badan saya makin lambat serta mulai merasa sakit, nyeri di sana- sini.

    Ciri-ciri Kontraksi Melahirkan

    Akan tetapi alhamdulillah, sepanjang hamil Kenzie, saya tidak banyak tingkahnya mom. Dapat disebut tidak ada ngidamnya. Cuma saja saat melahirkan, “sesutu banget” hehehe. Beberapa wanita memvisualisasikan kontraksi menjadi perasaan sakit yang diawali dari punggung sisi bawah lantas bergerak seperti gelombang mengarah perut. Perasaan yang digambarkan serupa dengan kram waktu menstruasi atau sembelit. Saat kontraksi menyerang, pada awalnya perasaan sakit merasa mudah lalu mencapai puncak lantas mereda.

    Sepanjang masa kontraksi, perut akan mengeras. Untuk sebagian wanita, perasaan sakit masih ada di seputar ruang punggung sisi bawah. Semasing wanita biasanya mempunyai pengalaman sendiri pada kontraksi yang dirasa. Pada awal persalinan, umumnya kontraksi berjalan sepanjang 60-90 detik serta berlangsung tiap-tiap 15 hingga sampai 20 menit. Waktu waktu persalinan makin dekat, waktu kontraksi akan alami penurunan namun frekuensinya akan bertambah. Mengapa saya katakan suatu?. Itu karena saya rasakan sakit 2x hahaha. Rasakan sakit melahirkan (diupayakan) normal. Tapi sayangnya tidak dapat normal. Serta rasakan sakit saat operasi cesar. Alhamdulillah hahaha. “Sakit kok justru ketawa sich Lia? ” “Iya dong, bagaimana tidak ketawa jika inget peristiwa itu?. Saya yang awalannya demikian gagah serta berani melawan ini, sesudah masuk bulan delapan serta sembilan, mendadak terasa kuatir sendiri serta kerap bertanya-tanya bagaimana rasa-rasanya melahirkan”.

    Iya mom, masuk bulan ke-9 saya banyak membaca mengenai proses melahirkan, menerka-nerka bagaimana sakitnya melahirkan serta anehnya makin saya banyak membaca serta bertanya-tanya makin takutlah saya. Naah, disitulah utamanya. Tau tidak mom,, nyatanya klo ibunya stres, ketakutan sendiri mengahadapi persalinan, keadaan itu yang dapat membuat baby nya jadi sulit keluar. Saya nih mom, sepanjang menanti waktu persalinan itu, ketakutan sendiri, kelak nangis sendiri. Selalu didalam hati berdoa “jangan nyakitin ibu ya nak,, kelak keluarnya janganlah sakit ya nak”… taunya apa mom, doanya dikabulin, saya tidak kontraksi-kontraksi, sampai lebih serta melalui dari HPL haha. Nyatanya saya cemen banget, karena stres serta ketakutan sendiri pada akhirnya sibaby tidak keluar-keluar, walau sebenarnya tempat saya waktu itu sebenernya telah tidak dapat apa apa lagi karena tempat perut telah besar sekali, pinggul telah sakiit sekali karena tempat baby nya sebenernya dah turun ke panggul.


  • Commentaires

    Aucun commentaire pour le moment

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Ajouter un commentaire

    Nom / Pseudo :

    E-mail (facultatif) :

    Site Web (facultatif) :

    Commentaire :